hari selasa di bulan april 2013,
saat itu waktu aku keluar kantor, kebetulan lewat jl majapahit,. tiba2 secara sekilas aku liat ada warung makan "MIE ACEH", dengan penasaran aku kembali memutar kendaraan ku untuk memastikan warung itu.
sore itu juga aku contact istri memberi tahu bahwa nanti sore kita makan di luar, kita makan "MIE ACEH"
memang sejak lama mie aceh tidak ada di semarang, dulu sempet aku muter2 sama keluarga hanya utk mencari "MIE REMPAH REMPAH PEDES" itu, dan memang sudah tidak ada lagi.
ketertarikan ku pada mie aceh ketika aku ada pekerjaan di bengkulu,. tepatnya di daerah "muko muko"
rasa rempah rempah nya begitu terasa dan pedas nya membikin ke tagihan, dan bentuk mie nya yang besar dan bulat bikin ketagihan.
kembali ke semarang,
sore hari nya aku, anak dan istri berangkat menuju ke sana,. awal nya istri ragu karena dari sisi warung terlihat kecil, dan penjualnya bapak2 sudah tua (menurut istri kurang menyakinkan)
banyak menu di sana mulai dari mie aceh, nasi goreng, sampai penyet2 an,.
kemudian saya pesen "MIE ACEH" dan istri juga sama, menunggu sedikit lama akhir nya muncul pesanan,
sekilas aku melihat bumbu nya sama dengan yang ada di daerah sana, ketika aku makan,......
emmm bener bener mak nyuzzzz kalo kata bondan, rasa rempah rempah nya sangat kental dan pedes nya gak beda dengan mie aceh di asal nya, mie aceh goreng, lengkap dengan kerupuk dan ketimun nya
aku makan sampai habis tanpa sisa,
setelah puas menikmati aku bungkus nasi goreng yang aku rasa juga rasa bumbunya mirip dengan mie aceh,
waktu mau pulang sedikit aku ngobrol dengan yang punya warung:
A : warung nya baru ya pak
W: iya bang baru buka
A : dari mana bang asal nya
W : kalo aku dari jambi, muara bungo,
A : oooo kok pindah ke sini
W : iya saudara istri dari purwodadi, jadi pindah ke sini
A : mie nya bikin sendiri bang
W : mie nya masih beli pake mie "BD" (iklan nya inul)
A : kok nggak bikin sendiri padahal bumbunya enak lho bang
W : iya karena kita ini baru jadi belum berani bikin, kita mau kenal kan bumbu rempah rempah nya dulu.
A : oooo iya se bumbunya terasa banget,
W : sudah pernah masakan mie aceh di mana bang
A : dulu waktu ke bengkulu pernah makan rasa bumbunya sama cuma di sana mie nya lebih enak
W : iya bang kalo masalah bumbu di mana mana sama
A : ok lah bang makasih
W : iya bang sama sama
obrolan singkat dengan pemilik warung yg ternyata kaku berbahasa jawa,.
bagi yang penasaran dan pengen nyoba silahkan di coba dulu, kasih masukan ke punya warung, orang nya enak dan terbuka, (waktu itu aku hanya pesen minum 1 teh istri gak mau minum, eh dengan sendirinya yg punya warung kasih air putih gratis di gelas, dan kalo mau nambah krupuk nya ya boleh2 aja free)
untuk alamat nya kalo dari pedurungan arah simpang lima, setelah lampu merah supriyadi maju kira kira 200m kiri jalan warung nya, ada tulisannya "MIE ACEH" warung nya kecil, tp kalo rasanya sama besar nya dengan nama "MIE ACEH"
Lokasi Di Google Map
Grand Canyon Semarang
ellyxmas
Sekitar 1 tahun yang lalu ketika aku mengantar teman kerja, ke daerah Pucang Gading, Semarang, terlihat dari kejauhan pemandangan yg indah.
sebuah gunung batu cadas yang telah "dikikis" oleh manusia,. sehingga menjadi seni yang indah.
setelah bertanya tanya pada teman ku ternyata itu adalah "tempat Tanah Urug" tempat di mana para Truck penimbun tanah mencari pekerjaan,.
setelah sekian lama akhirnya aku punya waktu untuk "Hunting" kesana, bersama Istri dan Anak tersayang..
jalan menuju kesana memang sangat jelek,. belum ber aspal dan masih batu batuan karena yg lewat hanya Truck Truck besar pengangkut tanah,. semakin mendekati lokasi jalanan semakin "ngeri" melewati sebuah jembatan tanpa pembatas kanan kirinya dan hanya bisa di lalui 1 kendaraan,. sehingga harus bergantian lewat.
kira kira 15 menit perjalanan akhirnya sampai di tempat tujuan,. sungguh indah dan kagum pemandangan, 10 Tahun lebih tinggal di kota semarang baru ini melihat sisi lain daerah semarang, sebuah pemandangan yang tersembunyi,.
Category:
Koleksi Pribadi
8
komentar
Sisa Pulsa Kehidupan
ellyxmas
Datang dan pergi dengan tangan kosong
Itulah kalimat yang tepat
menggambarkan diri kita sewaktu lahir ke dunia ini dan sewaktu meninggalkan
dunia ini..
Semua orang berawal dan berakhir
yang sama. Perbedaannya bagaimana setiap orang mengisi kehidupan di antara awal
dan akhir tersebut.
Banyak orang yang ‘LUPA’ tentang
awal dan akhir ini sehingga sepanjang kehidupan hanya sibuk mengejar dan
mengumpulkan harta benda dengan sgala cara, termasuk merugikan orang lain!
Menjadi ‘KAYA’ adalah tujuan kehidupan yang baik. Tapi selain menjadi kaya
dalam harta benda, yang terutama menjadi kayalah dalam perbuatan yang benar.
Di jaman modern ini, begitu mudah
kita mengecek saldo rekening di bank. Demikian juga untuk mengetahui berapa
sisa pulsa prabayar kartu HP kita. Sayangnya kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi belum mampu menyediakan fasilitas untuk pengecekan instan ‘saldo/pulsa’
perbuatan maupun sisa hidup kita.
Andaikan fasilitas semacam itu
tersedia, kita bisa happy-happy dulu kalau saldo/pulsa perbuatan benar kita
masih berlimpah. Atau segera bergegas kalau posisinya sudah ‘merah’.
Jangan menunggu/menunda untuk
berbuat benar karena kita tidak tahu berapa ‘saldo/pulsa’ perbuatan benar kita.
Juga kita tidak tahu berapa lama sisa kehidupan kita.
Jangan sampai tertinggal karena
‘Kereta Kehidupan’ tidak menunggu kesiapan kita untuk kembali ke hadapan Sang
Pencipta..
Waspadalah..be watchful..dan
tetaplah lakukan perbuatan baik dan benar, itulah “pulsa” bagi kekekalan
kita..
-CK-
Category:
Pengalaman Hati
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)



