3 Kaleng Coca Cola




Ada 3 kaleng coke. Ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama di sebuah daerah Jawa Timur. Ketika tiba harinya (untuk didistribusikan), sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coke tersebut dan menuju ke tempat yang berbeda untuk dijual.

Pemberhentian Pertama:

Sebuah mini market lokal. Kaleng pertama diturunkan di sini. Lalu, dipajang di rak bersama dengan kaleng minuman ringan lainnya. Ia diberi harga Rp. 4.000,-

Pemberhentian Kedua:

Sebuah pusat perbelenjaan besar. Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500,-

Pemberhentian Terakhir:

Hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng ketiga diturunkan di sana. Tapi, ia tidak ditempatkan di rak atau dalam kulkas. Ia disimpan baik-baik, dan hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yg memesan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es. Kemudian, ia disajikan dengan rapi di atas baki. Pelayan hotel akan membuka kaleng coke itu, menuangkannya ke dalam gelas, dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 40.000,-

Sekarang, pertanyaannya adalah: "Mengapa ketiga kaleng minuman ringan tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama?"

Lingkungan kita mencerminkan harga kita. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP. Apabila kita berada di lingkungan yang bisa mengeluarkan potensi/ hal terbaik dari kita, maka kita akan menjadi cemerlang. Tapi bila kita berada di lingkungan yang mengerdilkan kita, maka kita juga akan menjadi kerdil.

Kesimpulan:

Lingkungan memang sangat berpengaruh dalam membentuk pribadi seseorang. Jika kita "terjebak"/berada di lingkungan yang tidak kondusif, jangan mengeluh! Tetap semangat, dan berusaha menjadi diri sendiri untuk memacu potensi terbaik yang ada di dalam diri kita. Salam sukses LUAR BIASA!!!

Menggapai Kebahagiaan



Suatu ketika, di tepian telaga kelihatan seorang pemuda

sedang duduk termenung. Tatapan matanya kosong,

menatap hamparan air di depannya. Seluruh penjuru

mata angin telah di laluinya, namun tidak ada satupun titik yang

membuatnya puas. Kekosongan makin senyap, sampai ada suara

yang menyapanya.

“Sedang apa kau di sini wahai anak muda?” tanya seseorang.

Rupanya ada seorang lelaki tua.

“Apa yang kau risaukan..?”

Anak muda itu menoleh ke samping, “Aku lelah Pak Tua. Telah

berbatu-batu jarak yang ku tempuh untuk mencari kebahagiaan,

namun tak juga ku temukan rasa itu dalam diriku. Aku telah

berlari melalui gunung dan lembah, tapi tidak ada tanda

kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemanakah aku harus

mencarinya? Bilakah akan ku temukan rasa itu?”

Lelaki tua itu duduk semakin dekat, mendengarkan dengan

penuh perhatian. Dipandangnya wajah lelah di depannya. Lalu,

dia mulai berkata, “Di depan sana, ada sebuah taman. Jika kamu

ingin jawaban dari pertanyaanmu, tangkaplah seekor kupu-kupu

buatku.”

Mereka berpandangan.

“Ya... tangkaplah seekor kupu-kupu buatku dengan tanganmu,”

Pak Tua mengulangi kalimatnya lagi.

Perlahan.... pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satu arah,

taman. Tidak berapa lama, ditemuinya taman itu. Taman yang

semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang sedang mekar.

Maka tidak heranlah, banyak kupu-kupu yang berterbangan di

sana. Dari kejauhan Pak Tua melihat, memperhatikan tingkah

yang diperbuat pemuda yang sedang gelisah itu.

Anak muda itu mulai bergerak. Dengan mengendap-ngendap,

ditujunya sebuah sasaran. Perlahan. Namun, Hap! sasaran itu

luput. Di kejarnya kupu-kupu itu ke arah lain. Dia tidak ingin

kehilangan buruan. Namun lagi-lagi. Hap!. Dia gagal. Dia mulai

berlari tak beraturan.

Diterjangnya sana-sini. Dirempohnya rerumputan dan tanaman

untuk mendapatkan kupu-kupu itu. Diterobosnya semak dan

perdu di sana. Gerakannya semakin liar.

Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satu kupukupu

yang dapat ditangkap. Si pemuda mulai kelelahan.

Nafasnya semakin kencang, dadanya bergerak naik-turun

dengan cepat. Sampai akhirnya ada teriakan, “Hentikan dulu

anak muda. Istirahatlah.”

Tampak Pak Tua yang berjalan perlahan. Ada sekumpulan kupukupu

yang berterbangan di sisi kanan dan kiri Pak Tua. Mereka

terbang berkeliling, sesekali hinggap di tubuh tua itu.

“Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan

menerjang? Merempoh-rempoh tak tentu arah, menerobos

tanpa peduli apa yang kau rusak?” Pak Tua menatap pemuda

itu.

“Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu.

Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau

buru, semakin pula ia pergi dari dirimu.”

“Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Kerana

kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau

sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan itu dalam

hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan lari kemanamana.

Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang

sendiri.”

Pak Tua mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor

kupu- kupu yang hinggap di hujung jari. Terlihat kepak-kepak

sayap kupu- kupu itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan.

Pesonanya begitu mengkagumkan, kelopak sayap yang

mengalun perlahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam

hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka

yang mampu menyelaminya.

……………………….

PENGAJARAN CERITA INI:

Mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu.

Sulit, bagi mereka yang terlalu bernafsu, namun mudah, bagi

mereka yang tahu apa yang mereka cari. Kita mungkin dapat

mencarinya dengan menerjang sana-sini, merempoh sana-sini,

atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya. Kita dapat

saja mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru

arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti

menangkap buruan yang dapat kita santap setelah

mendapatkannya.

Namun kita belajar. Kita belajar bahawa kebahagiaan tidak boleh

di dapat dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia

bukanlah sesuatu yang dapat di genggam atau benda yang

dapat disimpan. Bahagia adalah udara, dan kebahagiaan adalah

aroma dari udara itu. Kita belajar bahawa bahagia itu memang

ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula

kebahagiaan itu akan pergi dari kita. Semakin kita berusaha

meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh.

Cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu. Biarkanlah rasa

itu menetap, dan abadi dalam hati kita. Temukanlah

kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang kita lakukan. Dalam

bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup kita. Dalam

sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam riuh. Temukanlah

bahagia itu, dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan

hati kita.

Saya percaya, bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada di

sekitar kita. Bahkan mungkin, bahagia itu “hinggap” di hati kita,

namun kita tidak pernah memperdulikannya. Mungkin juga,

bahagia itu berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu

acuh untuk menikmatinya.

Gitu Aja Kok Repot



Sebuah perusahaan sabun ternama sedang melakukan rapat evaluasi tahunan. Dalam rapat ini, semua karyawan baik dari jabatan tertinggi sampai seorang satpam boleh mengajukan ide dalam rapat ini. Kasus yang diangkat dalam rapat kali ini adalah mengenai komplain yang dilakukan oleh kebanyakan konsumen. Salah satu masalah yang sering dialami konsumen adalah sering didapati kotak sabun yang tidak ada isinya atau kosong. Banyak konsumen yang merasa tertipu saat membeli sabun dalam jumlah banyak. Dari 10 kotak sabun, paling tidak ada 1 kotak sabun yang ternyata kosong. Kesalahan ini merupakan kesalahan yang tidak dapat dihindari, terutama karena mesin produksi sabun yang sudah kuno.


Rapat segera dimulai. Pemimpin perusahaan sabun tersebut melemparkan masalah ini ke dalam rapat dan meminta masukan dari setiap karyawan. Siapa saja yang dapat memberikan solusi untuk mengatasi masalah ini akan mendapatkan kenaikan gaji sampai 3 kali lipat. Anda pun boleh ikut berpikir dan memberikan solusi. Seorang supervisor mengacungkan tangannya dan berkata, "Saya punya solusinya! Kita harus membeli mesin baru dari Jepang seharga Rp 10 miliar!" Melihat harga mesin yang begitu mahal seorang manajer segera mengacungkan tangan dan berkata, "Saya punya solusi yang lebih baik! Kita bisa membeli mesin baru yang lebih murah dari Jerman seharga Rp 1 miliar!" Melihat harga yang begitu mahal, seorang direktur juga mengacungkan tangannya dan berkata, "Bagaimana kalau kita beli mesin bajakan dari China saja seharga Rp 100 juta?" Melihat harga yang sangat murah, sang pemimpin perusahaan langsung menyetujui solusi untuk membeli mesin dari China.


Tidak lama setelah keputusan rapat diambil, seorang office boy memberanikan diri untuk mengacungkan tangannya. "Saya punya solusi yang lebih baik! Bagaimana kalau kita membeli mesin dari Indonesia seharga Rp 250 ribu!" teriak Office Boy dengan lantang. Mendengar pernyataan konyol dari Office Boy ini, seluruh peserta rapat seketika tertawa terbahak-bahak. Namun pemimpin perusahaan mencoba untuk memberinya kesempatan dengan memberikan sejumlah uang tunai sebesar Rp 250 ribu.


Dua jam kemudian sang Office Boy kembali dengan membawa mesin yang ia beli dengan harga Rp 200 ribu (lebih murah Rp 50 ribu dari yang dijanjikan). Dengan langkah yang mantap ia segera memasang mesin yang ia beli di depan kumpulan kotak sabun. Hasilnya luar biasa! Dengan mesin baru ini, semua kotak dipastikan terisi oleh sabun. Seluruh peserta rapat sangat tercengang ketika melihat mesin yang dibeli oleh Office Boy ini adalah KIPAS ANGIN. Dengan kipas angin ini, semua kotak sabun yang kosong akan terbang ditiup oleh angin dan menyisakan kotak sabun yang sudah terisi. Dengan alat sederhana ini, tidak ada lagi komplain mengenai kotak sabun yang kosong. Dengan hasil ini, Office Boy dengan lantang dan percaya diri berkata, "Gitu aja kok repot!"Sebuah perusahaan sabun ternama sedang melakukan rapat evaluasi tahunan. Dalam rapat ini, semua karyawan baik dari jabatan tertinggi sampai seorang satpam boleh mengajukan ide dalam rapat ini. Kasus yang diangkat dalam rapat kali ini adalah mengenai komplain yang dilakukan oleh kebanyakan konsumen. Salah satu masalah yang sering dialami konsumen adalah sering didapati kotak sabun yang tidak ada isinya atau kosong. Banyak konsumen yang merasa tertipu saat membeli sabun dalam jumlah banyak. Dari 10 kotak sabun, paling tidak ada 1 kotak sabun yang ternyata kosong. Kesalahan ini merupakan kesalahan yang tidak dapat dihindari, terutama karena mesin produksi sabun yang sudah kuno.


Rapat segera dimulai. Pemimpin perusahaan sabun tersebut melemparkan masalah ini ke dalam rapat dan meminta masukan dari setiap karyawan. Siapa saja yang dapat memberikan solusi untuk mengatasi masalah ini akan mendapatkan kenaikan gaji sampai 3 kali lipat. Anda pun boleh ikut berpikir dan memberikan solusi. Seorang supervisor mengacungkan tangannya dan berkata, "Saya punya solusinya! Kita harus membeli mesin baru dari Jepang seharga Rp 10 miliar!" Melihat harga mesin yang begitu mahal seorang manajer segera mengacungkan tangan dan berkata, "Saya punya solusi yang lebih baik! Kita bisa membeli mesin baru yang lebih murah dari Jerman seharga Rp 1 miliar!" Melihat harga yang begitu mahal, seorang direktur juga mengacungkan tangannya dan berkata, "Bagaimana kalau kita beli mesin bajakan dari China saja seharga Rp 100 juta?" Melihat harga yang sangat murah, sang pemimpin perusahaan langsung menyetujui solusi untuk membeli mesin dari China.


Tidak lama setelah keputusan rapat diambil, seorang office boy memberanikan diri untuk mengacungkan tangannya. "Saya punya solusi yang lebih baik! Bagaimana kalau kita membeli mesin dari Indonesia seharga Rp 250 ribu!" teriak Office Boy dengan lantang. Mendengar pernyataan konyol dari Office Boy ini, seluruh peserta rapat seketika tertawa terbahak-bahak. Namun pemimpin perusahaan mencoba untuk memberinya kesempatan dengan memberikan sejumlah uang tunai sebesar Rp 250 ribu.


Dua jam kemudian sang Office Boy kembali dengan membawa mesin yang ia beli dengan harga Rp 200 ribu (lebih murah Rp 50 ribu dari yang dijanjikan). Dengan langkah yang mantap ia segera memasang mesin yang ia beli di depan kumpulan kotak sabun. Hasilnya luar biasa! Dengan mesin baru ini, semua kotak dipastikan terisi oleh sabun. Seluruh peserta rapat sangat tercengang ketika melihat mesin yang dibeli oleh Office Boy ini adalah KIPAS ANGIN. Dengan kipas angin ini, semua kotak sabun yang kosong akan terbang ditiup oleh angin dan menyisakan kotak sabun yang sudah terisi. Dengan alat sederhana ini, tidak ada lagi komplain mengenai kotak sabun yang kosong. Dengan hasil ini, Office Boy dengan lantang dan percaya diri berkata, "Gitu aja kok repot!"

My Status

Change The World

Mengenai Saya

Foto saya
Jepara, jawa Tengah, Indonesia
Becik Ketitik Olo Ketoro

Tunggal Guru